Berita Opini

Jeritan Para Pemilik Industri di Tengah Pandemik Covid- 19

SINJAI SUL-SEL, GARUDA CITIZEN- Hampir seluruh pemilik industri di Indonesia dan bahkan beberapa negara yang terkena dampak dari covid 19 ini menjerit dan hampir gulung tikar. Karena bagaimana tidak? Perekenomian kini terlihat sangat hancur di tengah merebaknya virus corona ini. Rabu (27/05/2020)

Salah-satu upaya yang di lakukan Indonesia untuk menggairahkan sektor industri dalam negeri, yaitu dengan mengusulkan pemberian stimulus fisikal dan nonfisikal. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi dari banyaknya negara yang melakukan protokol penguncian wilayah atau lockdown yang memberikan dampak negatif bagi pasar lokal maupun global.

Adapun stimulus yang akan diberlakukan yaitu seperti mempermudah arus bahan baku. Sedangkan, dari sisi fisikalnya akan ada pengurangan pajak bagi perusahaan dan peniadaan pajak bagi para karyawannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meringankan beban dunia usaha maupun karyawan dalam jangka waktu tertentu. Para pelaku usaha di berbagai sektor mengalami dampak yang hampir sama, terlebih juga pada bidang transportasi umum, dimana selama isu covid ini beredar, penghasilan para pekerja di bidang ini mengalami kemerosotan.

Hal ini dikarenakan adanya anjuran dari pemerintah yang menghimbau agar semua pekerjaan sebaiknya di lakukan di rumah saja baik itu bagi para pegawai swasta maupun negri dan para mahasiswa terkecuali bagi profesi yang memang tidak dapat di kerjakan dari rumah seperti tenaga medis, aparat keamanan, dan yang lainnya. Hal ini di lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Selain daripada itu, para petani pun ikut merasakan dampak yang sama pula karena kurangnya konsumsi masyarakat di tengah pandemik membuat para petani merugi besar dimana harga sayur mayur di pasaran mengalami penurunan drastis.Contohnya saja cabai besar yang biasanya di jual di kisaran harga 15 – 25 k / kg atau bahkan lebih dari itu. Akan tetapi semenjak covid 19 melanda tanah air, harga cabai besar hanya berkisar 5 k / kg saja.

Hal ini lah yang membuat para petani mengalami kerugian besar karena modal yang mereka keluarkan lebih besar dari harga yang mereka tawarkan dan para petani juga kesusahan untuk menjual hasil pertanian mereka karena pemerintah menganjurkan kan untuk menutup pasar, dikarenakan melihat situasi bahwa pasar merupakan salah satu tempat kerumunan dan bisa sebagai tempat penyebaran penularan covid-19.

Namun di balik semua itu ada beberapa usaha yang malah mendapatkan keuntungan lebih besar akibat pandemik covid-19 ini. Contohnya dalam bidang industri alat kesehatan yang cenderung stabil bahkan meningkat seperti permintaan masker dan APD yang selama pandemik covid 19 ini permintaannya sangat melonjak naik bahkan banyak pengusaha – pengusaha masker dadakan dan APD dadakan mereka menggunakan momentum ini sebagai peluang usaha di karenakan usaha mereka yang mandet akibat covid.

Selain itu, para pebisnis di bidang kuliner juga mereka ikut memutar otak dengan membuat makanan food frozen yang bisa lebih tahan lama jika di simpan dalam lemari pendingin dan dapat menjadi stok makan selama masa pandemic, dan ada juga restoran yang menawarkan untuk mengantar makanan ke rumah secara langsung .

Segala upaya ini bisa dilakukan sebagai cara bagaimana agar kita tetap bisa bertahan hidup selama proses Social distancing dan physycal distancing, terlebih bagi para petani, untuk mengurangi kerugian yang mereka alami bisa mengolah terlebih dahulu hasil panennya agar bisa bertahan lebih lama seperti di buat sambal atau yang lainnya.

(Sri Lusi Rahmawati dari Mahasiswi UNM Jurusan Sosiologi FIS)

Related posts

Polemik Pengadaan Buku Wajib K 13, Di pertanyakan?, Di Duga ada perusahaan yang Bermain Belakang

Fadel Muhammad

PT. HARFIA GRAHA PERKASA, OPTIMIS PEKERJAAN PROYEK SESUAI JADWAL,BEGINI PEMBANGUNAN GEDUNG MEWAH IGD DAN RAWAT NGINAP RSUD SINJAI.

Arfan Safaruddin

Kakankemenag Sinjai Apresiasi Seleksi Calon Petugas Haji Tahun 1441 H/2020 M

Erwynk Garuda Sulawesi

Leave a Comment