Berita Opini

Menyongsong Era New Normal, Apa Kabar Vaksin Covid-19..?

SINJAI SUL-SEL, GARUDA CITIZEN- Singkat kata dalam tulisan ini, semoga menjadi perwakilan suara rakyat yang kian resah ditengah problema global yang entah kapan akan berakhir. Istilah new normal adalah awal baru untuk menyosong era baru pasca pandemi. Yang kita pahami bersama bahwa semuanya tidak akan kembali sama seperti sebelumnya. Para pengusaha sudah membuat simulasi dengan beberapa skenario pasca wabah berakhir.

Skenario optimis ekonomi akan rebound di Desember 2020, skenario moderat rebound di Juni 2021 dan skenario pesimis ekonomi akan rebound di tahun 2022. Dari sini kita dapat lihat bahwa ekonomi akan mulai tumbuh atau jika kita tarik lebih dalam lagi, ekonomi akan mulai berjalan setelah wabah ini benar-benar teratasi dan tuntas.

Presiden Joko Widodo mengumumkan beberapa persiapan dalam menghadapi Era New Normal dalam pidatonya di Istana Merdeka, Jakarta, jumat (15/5/2020) , dan juga melangsir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) melalui Video Teleconference mengenai Persiapan Pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, Rabu, (27/5/2020), sebagai berikut : sudah dimulai gelar pasukan, aparat dari TNI dan Polri yang telah diterjunkan ke lapangan, ke titik-titik keramaian di 4 provinsi serta 25 kabupaten dan kota.

Kepala Negara merinci 4 provinsi yang dimaksud yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo. Presiden Jokowi mengungkapkan dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru yang akan dilihat dari angka-angka dan fakta-fakta di lapangan, utamanya yang berkaitan dengan R0 dan Rt. Presiden minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Tiada lain untuk memberi tahu masyarakat mengenai pengetahuan dasar mengenai protokoler kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan banyak orang.

Tatanan baru ini akan dicoba di beberapa provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki R0 yang sudah di bawah 1 dan juga pada sektor-sektor tertentu yang dilihat di lapangan bisa melakukan dan mengikuti tatanan normal baru yang ingin dikerjakan. Dalam rangka persiapan menuju tatanan normal baru ini, Presiden juga minta tolong dicek tingkat kesiapan setiap daerah dalam mengendalikan virus ini. Selain itu, Presiden minta untuk memasifkan pengujian sampel, pelacakan yang agresif terhadap yang PDP maupun ODP dan melakukan isolasi yang ketat.

Dengan adanya pengumuman resmi dari presdien, kemudian muncullah beberapa artikel maupun berita mengenai era new normal, berita viral ditengah melunjaknya pandemi yaitu masyarakat diarahkan untuk bersiap-siap menghadapi era new normal. Dengan adanya berita ini, masyarakat kian resah, ketakutan malah menjadi-jadi era new normal bagaikan petir yang dengan tiba-tiba datang dipermukaan bumi.

Ketika New normal diterapkan kemungkinan terbesar adalah populasi manusia akan berkurang, dan siapa yang memiliki imun yang kuat dia yang bertahan. Lalu bagaimana dengan virus yang tersebar kemana-mana ? apakah vaksin yang selama ini digembor-gemborkan akan hadir ditahun 2021 benar adanya ? apa kabar pasien positif yang hingga berjuta nyawa? atau ini adalah salah satu taktik untuk mengabaikan keberadaan covid-19 karna kemerosotan ekonomi? Pelaksanaan peribadatanpun terhambat, hingga banyak skali ulama yang kontra dengan hal tersebut. Presiden kembali berbicara didepan layar media, bahwasanya kita diperintahkan untuk berdamai dengan virus ini.

Karna susahnya kembali kekehidupan normal dengan adanya wabah virus covid-19 yang kian menjadi problema global yang entah kapan berakhir atau akan menetap selamanya dipermukaan bumi ? Pejabat dan ilmuwan Amerika Serikat (AS) berharap vaksin yang bisa mencegah Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021 atau 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan Tiongkok pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya.

Proyeksi kerangka waktu ini dikutip CNBC Jumat (22/5/2020) memecahkan rekor karena biasanya penemuan vaksin memakan waktu sekitar satu dekade agar bisa disebut efektif dan aman. Pengembangan vaksin tercepat, yakni untuk penyakit gondok membutuhkan waktu lebih empat tahun dan dilisensikan pada 1967.

Namun sejak saat itu, banyak yang telah berubah sehingga memberi ilmuwan harapan bahwa vaksin Covid-19 dapat tersedia awal tahun depan.
Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami aspek-aspek utama virus corona, termasuk bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons begitu seseorang terpapar.

Jawabannya mungkin memiliki implikasi besar untuk pengembangan vaksin, termasuk seberapa cepat dapat digunakan untuk umum. Regulator kesehatan menyetujui sejumlah penelitian dengan cepat guna pengembangan vaksin virus corona. Hal ini memungkinkan para ilmuwan melewati berbulan-bulan tahapan birokrasi. Lebih dari 100 vaksin sedang dikembangkan secara global pada 30 April, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setidaknya delapan kandidat vaksin sudah dalam uji coba pada manusia. Namun, wallahu ‘alam apakah benar adanya vaksin akan ada ditahun berikutnya. Sepenuhnya kita tidak perlu juga menyalahkan kebijakan pemerintah, namun dilain sisi kita juga perlu melihat problema kekrisisan yang kian merajalela dimasyarakat.

Namun ada baiknya juga sebagai masyarakat yang patuh dengan mempertimbangkan bahwa ini adalah kebijakan untuk kebaikan bersama, maka ada baiknya juga kita menaati protokoler kesehatan yang disarankan pemerintah. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan setiap selesai melakukan sesuatu. Meskipun keluar rumah adalah salah satu jalan keluar untuk mencari sesuap nasi.

Namun sedikit heran juga dengan masysrakat yang lain, Sudah tau diri kontra dengan pemerintah dengan dibukanya mall dan adanya kelonggaran psbb, tapi malah tetap kemall. Apalah arti barang baru dibanding nyawa yang tidak bisa dibeli.. pasar dan mall sudah mulai ramai, sosial distancing diabaikan, bahkan masih ada saja oknum yang keras kepala dan sok kuat tidak memakai masker di tempat umum.

Akankan kita tetap menjadi manusia egois demi melampiaskan kesenangan semata (beli baju baru), dengan mengorbankan kesehatan bahkan line erornya adalah nyawa sendiri. Andaikan virus tidak menyebar jika anda terjangkit sendiri tak mengapa hanya anda yang merasakan, tapi semua tak semudah itu.

Kita terjangkit, orang sekitar langsung berstatus odp bahkan bisa saja pdp dan positif. Mari merenung dan stop menjadi manusia egois. Ayo berbuat, jangan diam saja dan mengikuti perintah yang keliru. Intinya mari menjaga diri masing-masing dengan tetap safety. Stop covid-19, salam kemanusiaan!

(Siska Irdawanti dari Mahasiswi Sosiologi FIS UNM)

Related posts

Pemuda Muhammadiyah Menyayangkan Adanya Oknum Yang Bisa Merusak Nama Bupati Dengan Membubarkan Aksi Demonstran

Arfan Safaruddin

Korbid Advokap Wilayah Sulawesi Ikuti Kelas Advokasi Di IAIM Sinjai

Arfan Safaruddin

Ops Cipta Kondisi, Polres Sinjai Amankan Minuman Keras

Erwynk Garuda Sulawesi

Leave a Comment