Opini

Review Buku: Pengantar Sosiologi Perkotaan: Prof. Dr. Damsar dan Dr. Indrayani 

SINJAI SUL-SEL, GARUDA CITIZEN- Dari deskripsi buku, kita akan coba digiring pada permasalahan-permasalahan seputar masyarakat kota/atau masyarakat yang menetap di perkotaan. Kita akan menemukan kompleksitas masalah yang akan disuguhkan dalam buku ini terkait masyarakat kota, baik persoalan suprastruktur sosial, udaya, politik, agama, serta infrastruktur ekonomi masyarakat yang ada di kota.

Dalam buku ini pula, kita akan menemukan beragam perspektif tentang fenomena-fenomena yang ada pada kota dan juga pada masyarakat kota itu sendiri. Pada dasarnya, kedua hal tersebut merupakan dua entitas yang saling melengkapi. Antara kota dengan masyarakat merupakan dua ihwal yang akan terus bersinggungan. Kota memiliki konsep mendasar, tentang bagaimana seharusnya corak/model masyarakat yang ada di dalamnya. Kota akan memaksakan setiap elemen dalam masyarakat (sampai pada individu itu sendiri) bagaimana bertindak dan bertingkah laku.

Senin, (21/06/2021)

Dari segenap sudut pandang yang ada dalam buku tersebut kita akan memahami banyak hal baru selain apa yang selama ini kita ketahui tentang kehidupan kota. Kota tidak sesederhana yang selama ini kita bayangkan, kota tidak hanya perihal lampu kelap-kelip, jalan yang besar, tol, serta tawaran fasilitas yang membuat kita bersenang-senang. Di balik dari pada kesemuanya, kota ternyata merupakan sebuah bentukan korporat, atau bisa jadi merupakan korporasi itu sendiri, memaksa, mengalienasi, dan akan mendiskualifikasi yang lain.

Dari ulasan bab per bab dari buku tersebut kita akan menjumpai bagaimana kota bisa tercipta. Kota merupakan hasil kolaps negara dengan investor yang menjadikan adanya perubahan fisik spasial melalui penetrasi kapitalisme. Sehingga pasar mengalami pergeseran yang tadinya hanya sebagai sarana produksi dan pertukaran barang menuju kepada reproduksi ruang yang mendorong lahirnya bentukan sosial kapitalis, yang mendominasi, melakukan penguasaan terhadap reproduksi ruang yang pada akhirnya menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat lokal dalam mengakses sumber daya dan berada dalam posisi marginal. Dalam kondisi sosial yang ganda demikian, akan mengarah pada kompleksitas masalah yang sudah sejak awal menjadi ciri lain dari kota itu sendiri.

“Kota, dunia yang dilipat”, sekian, Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Risal Apandi (Mahasiswa Sosiologi UNM)

Related posts

Eksistensi Partai Politik di Tengah Pandemi COVID-19

Erwynk Garuda Sulawesi

Menyongsong Era New Normal, Apa Kabar Vaksin Covid-19..?

Erwynk Garuda Sulawesi

Dampak Covid-19 Terhadap Aktivitas Industri

Erwynk Garuda Sulawesi

Leave a Comment