Berita Opini

Pengaruh Aktivitas Industri Akibat Pandemi COVID-19


SINJAI SUL-SEL, GARUDA CITIZEN- Berawal dari revolusi industri yang terjadi di Inggris pada abad ke-18 membawa banyak perubahan dalam sendi-sendi kehidupan manusia secara sosial, ekonomi dan budaya. Dimana revolusi industri ini bisa juga kita sebut sebagai revolusi teknologi.

Manusia purba pun pada masa lalu juga menggunakan teknologi sederhana dalam memenuhi kebutuhan hidupnya meski mereka belum mengenal konsep teknologi seperti saat sekarang ini, yang mereka pahami teknologi sederhana itu adalah alat bantu bambu, kayu, batu dan lain sebagainya.

Teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia dan mempermudah manusia memenuhi segalah kebutuhan hidupnya. Bahkan bisa dikatan manusia tidak akan hidup tanpa adanya teknologi, seperti individu pada saat ini belum layak dikatan sebagai manusia modern jika tidak bersentuhan langsung dengan teknologi.

Ada banyak kemudahan-kemudahan yang kita peroleh seiring hadir dan berkembangnya teknologi. Keberadaan COVID19 yang telah merusak tatanan kehidupan manusia. Mulai dari pendidikan, kehidupan sosial, ekonomi, hingga teknologi. Salah satunya yang paling berpengaruh adalah ekonomi, selama masa pandemi, perekonomian di indonesia tidak seimbang karena adanya pelarangan aktivitas diluar rumah yang menghambat lajunya ekonomi diindonesia.

Dampak pandemi virus corona yang melemahkan bisnis dan proyek perusahaan hingga menyebabkan kerugian besar. Akibatnya beberapa perusahaan diindonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini justru sangat merugikan bayak pihak dan selain itu berkurangnya tenaga kerja dalam jumlah besar dapat meningkatkan pula angka pengangguran serta kriminalitas dalam situasi pandemi virus tersebut.

Disaat banyaknya kerugian yang dialami perusahaan dan masyarakat selama pandemi virus ini, ada pula segelintir orang orang memanfaatkan situasi ini dengan merogoh keuntungan dalam jumlah besar. Alat pelindung diri berupa masker yang saat ini banyak dicari dan dibutuhkan masyarakat.

Akan tetapi dengan penyalahgunaan penjualan masker membuat alat tersebut mengalami kelangkaan karena harga yang diberikan tidak masuk akal. Hal inilah yang memberikan dampak dalam aktivitas industri. Di masa pandemi yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir membuat pemerintah sulit mengeluarkan kebijakan terkait masalah tersebut.

Karena melihat dari kondisi masyarakat indonesia yang terpaksa untuk melakukan aktivitas dirumah demi memutuskan rantai penyebaran virus corona. Tetapi pemerintah juga harus memantau masyarakatnya dengan terus memberikan bantuan secara merata, menyediakan fasilitas kesehatan yan baik dan pengamanan yang ketat pula.

Di saat yang bersamaan, masyarakat juga mulai mengutamakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan mereka yang disiapkan untuk bertahan hidup selama masa pandemi ini. Adanyan sistem social distancing yang memicu terjadinya hal tersebut karena selama masa pandemi aktivitas manusia kebanyakan dilakukan dirumah saja kecuali hal yang mendesak atau sangat penting, tetapi dianjurkan menggunakan alat pelindung diri.

(Andi Fitrah Wijaya Baso dari Mahasiswa UNM Jurusan Sosiologi.A)

Related posts

Selain Megawati, Berikut Nama-Nama Penerima Gelar Kepeloporan

Erwynk Garuda Sulawesi

Mulan Jamila dan Danang Menghibur Warga Sinjai di Malam Ramah Tamah

Erwynk Garuda Sulawesi

Sinjai Juara Harapan 1 Pameran Inovasi Perkembangan Kopi Internasional

Fadel Muhammad

Leave a Comment